Winnie The Pooh

Sabtu, 25 November 2017

Penyusunan Skala Psikologi

Pada pendekatan penelitian kuantitatif, hasil penelitian hanya akan dapat diinterpretasikan dengan tepat bila kesimpulannya didasarkan pada data yang diperoleh lewat suatu proses pengukuran yang selain tinggi validitas dan reliabilitasnya, juga objektif.
Karakteristik Skala Psikologi
1.    Stimulus atau aitem dalam skala psikologi berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur melainkan mengungkapkan indikator perilaku dari atribut yang bersangkutan.
2.   Atribut psikologi diungkap secara tidak langsung lewat indikator-indikator perilaku sedangkan indikator perilaku diterjemahan dalam bentuk aitem-aitem, maka skala psikologi selalu banyak aitem.
3.   Respon subjek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban benar atau salah. Semua jawaban dapat diterima sepanjang diberikan secara jujur dan sungguh-sungguh.

Menulis Aitem
Aitem favorabel dan aitem tidak favorabel
Aspek keperilakuan harus selalu dirumuskan dalam arah favorabel yaitu berisi konsep keperilakuan yang sesuai atau mendukung atribut yang diukur. Begitu pula halnya indikator keperilakuan harus selalu dirumuskan dalam kalimat favorabel yaitu yang menggambarkan secara operasional perilaku yang mendukung ciri aspek keperilakuannya. Selain ditulis dalam arah favorabel, dapat juga ditulis dalam arah tidak favorabel, yaitu yang isinya bertentangan atau tidak mendukung ciri perilaku yang dikehendaki oleh indikator keperilakuannya.
            Kaidah Penulisan Aitem
1.     Gunakan kata dan kalimat yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti oleh responden namun tetap harus mengikuti tata tulis dan tata bahasa Indonesia yang baku.
2.     Tulis aitem dengan berhati-hati sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda terhadap kata dan istilah yang digunakan.
3.     Ingat bahwa penulisan item harus selalu mengacu pad indikator keperilakuan.
4.     Selalu perhatikan indikator perilaku apa yang hendak diungkap sehingga  stimulus dan pilihan jawaban tetap relevan dengan tujuan pengukuran.
5.     Cobalah menguji pilihan-pilihan jawaban yang telah ditulis adakah perbedaan arti atau makna antara dua pilihan yang berbeda.
6.     Perhatikan bahwa isi aitem tidak boleh mendukung social desirability yang tinggi

Untuk menghindari stereotipe jawaban, sebagian dari aitem perlu dibuat dalam arah favorabel dan sebagian lain dibuat dalam arah tidak favorabel.

Menganalisis Aitem
1.   Evaluasi Kualitatif
Bertujuan untuk menguji apakah aitem yang ditulis sudah sesuai dengan blue-print dan indikator perilaku yang hendak diungkapnya.
2.   Evaluasi Empirik
Analisis aitem yang lebih lengkap meliputi komputasi validitas dan reliabilitas aitem, analisis distribusi jawaban, dan pada tahapan yang lebih lanjut terdapat prosedur analisis aitem bias, fungsi informasi aitem, dll.
3.   Daya Diskriminasi Aitem
Sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur.
4.   Memilih Aitem Berdasarkan Daya Diskriminasi
Paramenter daya beda aitem yang berupa koefisien korelasi antara distribusi skor aitem dengan distribusi skor aitem dengan distribusi skor total skala memperlihatkan kesesuaian fungsi aitem dengan funsi skaladalam mengungkap perbedaan individual.

Estimasi Reliabilitas
Prosedur estimasi reliabilitas :
1)   Pendekatan Tes-Ulang
Metoda ini dilakuan dua kali penyajian skala pada sekelompok subjek dengan memberikan tenggang waktu yang cukup diantara kedua penyajian tersebut.
2)   Koefisien Reliabilitas Alpha
Salah satu formula konsistensi internal yang populer adalah formula koefisien alpha. Sebagaimana ditunjukan oleh namanya, data untuk menghitung koefisien reliabilitas alpha diperoleh lewat sekali saja penyajian skala pada sekelompok responden.
3)   Komputasi Reliabilitas dengan Analisi Varians
Dalam kasus skala yang aitem-aitemnya tidak dapat dibagi dua maupun dibagi tiga sama banyak atau dalam kasus skala yang berisi hanya sedikit aitem saja, komputasi koefisien reliabilitasnya dapat dilakukan antara lain dengan melalui pendekatan analisis varians (anova).

Validasi Skala
Untuk mengetahui apakah skala mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya, diperlukan suatu proses pengujian validitas atau validasi.
a.       Validitas Isi
Keputusan akal sehat mengenai keselarasan atau relevansi aitem dengan tujuan ukur skala tidak dapat didasarkan hanya pada penilaian penulis soal sendiri, tapi juga memerlukan kesepakatan penilaian dari beberapa  penilai yang kompeten (expert judgement).
b.     Validitas Faktoral
Merupakan kumpulan prosedur matematik yang kompleks guna menganalisis saling hubungan diantara variabel-variabel dan menjelaskan saling hubungan tersebut dalam bentuk kelompok variabel yang terbatas yang disebut faktor.
c.     Validitas Multitrait-Multimethod
Prosedur ini dapat digunakan bilamana terdapat dua trait atau lebih yang diukur oleh dua macam metode atau lebih.
d.     Validasi Konkruen

Untuk memperoleh koefisien validitas pengukuran hanya dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara distribusi skor skala dengan ukuran lain sebagai kriteria.

Sumber :
Azwar, S. (2017). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 Welcome To My Blog ♥ | Design : Noyod.Com