Suatu kelainan dimana makan secara
berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang telah mereka
makan. Bulimia adalah kelainan pola makan yang sering terjadi pada wanita.
Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri
sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh penderita bulimia nervosa adalah
membuat dirinya muntah.
Selain itu,
selain makan berlebih, penderita bulimia juga cenderung diet sangat ketat dan
juga olah raga yang berlebihan. Ciri khas penyakit bulimia sudah tentu
kebiasaan mengeluarkan makanan yang dimakan dengan sangat cepat, sehingga
sangat aneh bagi orang biasa kalau sehabis makan kembali memuntahkan
makanannya.
Membersihkan atau
memuntahkan makanan ini diperkirakan sebagai aksi untuk mengurangi rasa benci
atau rasa bersalah. Pasien berobsesi untuk membersihkan diri mereka dari
makanan itu, sehingga makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh.
Bulimia Nervosa adalah suatu gangguan makan yang
memiliki karakteristik makan berlebihan secara berulang yang diikuti oleh
pembangkitan keinginan untuk memuntahkannya, serta diikuti oleh perhatian yang
berlebihan terhadap berat badan dan bentuk tubuh.
Karakteristik diagnostik Gangguan Makan
Bulimia Nervosa:
- Episode berulang dari makan berlebihan,
yaitu
- Makan dalam jumlah
yang sangat banyak dalam periode waktu 2 jam
- Merasa kehilangan control terhadap
makanan yang masuk dalam tubuh pada saat episode tersebut.
- Ada perilaku
kompensasi untuk menjaga berat badan agar tidak bertambah, yaitu dengan
membangkitkan rasa ingin muntah, menyalahgunakan obat pencahar atau
diuretic, dan olahraga serta puasa berlebihan.
- Rata-rata terjadi dua episode makan
berlebihan dalam kurun waktu satu minggu dan diikuti perilaku kompensasi
untuk menghindari penambahan berat badan selama minimal 3 bulan.
- Perhatian
berlebihan yang terus menerus pada bentuk dan berat tubuh.
Prevalensi bulimia nervosa seringkali terjadi pada usia remaja akhir,
ketika tekanan untuk menjaga bentuk tubuh dan ketidakpuasan akan bentuk tubuh
mejadi perhatian penting. Ada anggapan bahwa gangguan makan ini berkaitan
dengan status sosial ekonomi seseorang, namun tidak ada bukti yang menunjukkan
hubungan antara status ekonimo sosial dan gangguan makan. Gangguan makan dapat
terjadi pada siapa saja.
Gangguan makan tipe bulimia nervosa ini berakibat pada
beberapa komplikasi medis. Komplikasi tersebut karena muntah yang dilakukan
terus menerus sehingga menimbulkan iritasi pada kulit mulut, masalah pada gigi,
masalah gastrointestinal seperti sakit pada perut dan hiatan hernia.
Pada kasus-kasus ekstrem, pencahar yang konsumsi terus menerus dapat
menyebabkan kekurangan mineral tubuh seperti potassium, membuat otot-otot tubuh
melemah, fungsi jantung yang tidak normal yang berujung pada kematian mendadak.
Gangguan makan ini dapat membahayakan diri sendiri apabila tidak segera
ditangani.
Sumber:
Jeffry S. Nevid, Spenser A.Rathus, Beverly
Greene. (2015). Psikologi Abnormal Edisi ke 5. Penerbit : Airlangga.
http://psikodemia.com/gangguan-makan-bulimia-nervosa/
http://www.kuminhat.com/2014/02/pengertian-penyebab-dan-akibat-bulimia.html

0 komentar:
Posting Komentar