Winnie The Pooh

Rabu, 08 November 2017

Bulimia Nervosa

Suatu kelainan dimana makan secara berlebihan kemudian mencoba mengeluarkan kembali apa yang telah mereka makan. Bulimia adalah kelainan pola makan yang sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri. Yang paling sering dilakukan oleh penderita bulimia nervosa adalah membuat dirinya muntah.
Selain itu, selain makan berlebih, penderita bulimia juga cenderung diet sangat ketat dan juga olah raga yang berlebihan. Ciri khas penyakit bulimia sudah tentu kebiasaan mengeluarkan makanan yang dimakan dengan sangat cepat, sehingga sangat aneh bagi orang biasa kalau sehabis makan kembali memuntahkan makanannya.
Membersihkan atau memuntahkan makanan ini diperkirakan sebagai aksi untuk mengurangi rasa benci atau rasa bersalah. Pasien berobsesi untuk membersihkan diri mereka dari makanan itu, sehingga makanan yang masuk tidak sempat terserap tubuh.
Bulimia Nervosa adalah suatu gangguan makan yang memiliki karakteristik makan berlebihan secara berulang yang diikuti oleh pembangkitan keinginan untuk memuntahkannya, serta diikuti oleh perhatian yang berlebihan terhadap berat badan dan bentuk tubuh.

Karakteristik diagnostik Gangguan Makan Bulimia Nervosa:
  1. Episode berulang dari makan berlebihan, yaitu
  2. Makan dalam jumlah yang sangat banyak dalam periode waktu 2 jam
  3. Merasa kehilangan control terhadap makanan yang masuk dalam tubuh pada saat episode tersebut.
  4. Ada perilaku kompensasi untuk menjaga berat badan agar tidak bertambah, yaitu dengan membangkitkan rasa ingin muntah, menyalahgunakan obat pencahar atau diuretic, dan olahraga serta puasa berlebihan.
  5. Rata-rata terjadi dua episode makan berlebihan dalam kurun waktu satu minggu dan diikuti perilaku kompensasi untuk menghindari penambahan berat badan selama minimal 3 bulan.
  6. Perhatian berlebihan yang terus menerus pada bentuk dan berat tubuh.

Prevalensi bulimia nervosa seringkali terjadi pada usia remaja akhir, ketika tekanan untuk menjaga bentuk tubuh dan ketidakpuasan akan bentuk tubuh mejadi perhatian penting. Ada anggapan bahwa gangguan makan ini berkaitan dengan status sosial ekonomi seseorang, namun tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara status ekonimo sosial dan gangguan makan. Gangguan makan dapat terjadi pada siapa saja.
Gangguan makan tipe bulimia nervosa ini berakibat pada beberapa komplikasi medis. Komplikasi tersebut karena muntah yang dilakukan terus menerus sehingga menimbulkan iritasi pada kulit mulut, masalah pada gigi, masalah gastrointestinal seperti sakit pada perut dan hiatan hernia.
Pada kasus-kasus ekstrem, pencahar yang konsumsi terus menerus dapat menyebabkan kekurangan mineral tubuh seperti potassium, membuat otot-otot tubuh melemah, fungsi jantung yang tidak normal yang berujung pada kematian mendadak. Gangguan makan ini dapat membahayakan diri sendiri apabila tidak segera ditangani.


Sumber:
Jeffry S. Nevid, Spenser A.Rathus, Beverly Greene. (2015). Psikologi Abnormal Edisi ke 5. Penerbit : Airlangga.
http://psikodemia.com/gangguan-makan-bulimia-nervosa/

http://www.kuminhat.com/2014/02/pengertian-penyebab-dan-akibat-bulimia.html

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 Welcome To My Blog ♥ | Design : Noyod.Com