Kepribadian Narsistik atau
Narsistic Personality Disorder merupakan salah satu gangguan mental langka.
Gangguan kepribadian ini membuat penderitanya menganggap jika dirinya jauh
lebih penting dibandingkan dengan orang lain, memiliki kebutuhan tinggi ingin dipuji,
namun rasa empati yang dimilikinya cukup rendah. Akan tetapi dibalik dari rasa
kepercayaan diri tinggi yang dimilikinya, penderita gangguan ini sebenarnya
memiliki kepercayaan diri yang cukup rapuh dan mudah sekali untuk runtuh.
Sehingga gangguan ini jika tidak segera ditangan dengan tepat akan mempengaruhi
aspek kehidupan secara langsung.
Kaum pria
lebih rentan untuk menderita kepribadian narsistik dibandingkan dengan kaum
wanita. Seringkali g gangguan kepribadian narsistik akan muncul ketika masa
remaja ataupun masa awal dewasa. Ciri ciri dan gejala tersebut mungkin akan
muncul saat masa anak-anak hingga remaja. Namun tak berarti jika ciri ciri
kepribadian ini nantinya akan berlanjut ke sebuah bentuk Narcisstic
Personality Disorder.
Ada beberapa ciri ciri serta
gejala yang dapat anda lihat dari orang-orang yang memiliki kepribadian
narsistik:
1. Menilai dirinya sendiri terlalu tinggi dibandingkan
dengan orang lain, bahkan secara berlebihan
2. Menganggap jika dirinya adalah superior
namun dengan tidak adanya pencapaian yang sekiranya pantas
3. Menyakini diri sendiri adalag orang yang superior
serta yakin jika hanya orang-orang tertentu yang istimewa yang memahami akan
hal itu.
4. Melebih lebihkan dalam pencapaian
serta bakat diri
5. Memiliki preokupasi ataupun pikiran yang dipenuhi akan
fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepandaian, ketampanan/kecantikan, dan
hal-hal lainnya di dalam hidupnya
6. Memiliki kebutuhan untuk ingin selalu
diberikan pujian maupun kaguman
7. Merasa dirinya istimewa
8. Menganggap jika dirinya pantas untuk
diberikan perlakuan yang spesial dan hal tersebut adalah wajar bagi diri
mereka.
9. Memanfaatkan bantuan orang lain untuk bisa mendapatkan
hal yang diinginkan
10. Tidak memiliki kemampuan untuk meraba
maupun menyadari akan perasaan ataupun kebutuhan orang lain
11. Merasa cemburu pada orang lain dan merasa jika orang
lain juga cemburu kepadanya
12. Memiliki tingkah laku yang arogan
Penyebab
Belum diketahui dengan pasti penyebab dari kepribadian
narsistik ini, namun diyakini terdapat beberapa faktor faktor yang menyebabkan
perkembangan gangguan kepribadian ini terjadi pada seseorang. Hal ini biasanya
dapat diamati pada masa berkembangnya anak-anak hingga awal remaja. Pola
mengansuh anak menjadi salah satu faktor yang cukup kuat dalam membentuk
kepribadian ini. Ditambah lagi dengan hubungan antara anak dan orang tua juga
memiliki peranan yang cukup penting di dalam membentuk kepribadian anak.
Faktor-faktor yang seringkali
dikaitkan dengan perkembangan bentuk kepribadian ini adalah pola mengasuh anak
yang terlalu dimanjakan, mengekang anak terlalu berlebihan, memberikan pujian
berlebih, terlalu keras memberikan hukuman, eksploitasi anak, penelantaran
anak, kurangnya kasih sayang kepada anak, melakukan pelecehan dalam bentuk
emosional juga sering dikaitkan dengan bentuk kepribadian narsistik ini. Hal
ini merupakan Dampak
Kekerasan Pada Anak yang perlu anda ketahui.
Kegagalan orang tua maupun pengasuh di dalam membangun
sebuah hubungan sehat serta berempati dengan anak seringkali dikaitkan dengan
bentuk kepribadian ini. Hal ini lah yang mengakibatkan anak mulai menganggap
jika dirinya tidak berharga lagi serta engga untuk berhubungan baik
dengan orang di sekitarnya. Hal ini lah yang kemudian membentuk pola pikiran
jika kepribadiannya lah yang membuat orang lain tidak menerimanya. Sehingga
membuat anak tumbuh menjadi orang yang bersikap egois dan tidak toleran akan
kebutuhan dan saran dari orang lain. Sehingga penting bagi orang tua
mengetahui Perkembangan Emosi
Anak Usia Dini.
Terapi
Kepribadian narsistik tentunya
membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi sebuah gangguan
yang dapat mempengaruhi segala aspek kehidupan sosial seseorang. Berikut ini
beberapa terapi atau pengobatan yang dapat dilakukan.
1. Psikoterapi
Psikoterapi adalah perawatan terbaik yang dapat
dilakukan bersama dengan psikologi maupun psikiater berikut ini Perbedaan Psikolog
dan Psikiater. Terapi ini nantinya akan membantu pasien untuk bsia
lebih peka kepada orang lain serta membantu pasiesn untuk bisa memahami
perasaan serta perilaku yang dilakukannya sendiri.
2. Ada metode lainnya yaitu Terapi
Perilaku Kognitif yang mana bisa membantu untuk menemukan
perilaku-perilaku yang kurang sehat dan mengubahnya ke bentuk perilaku yang
sehat. Ditambah lagi dengan pemberian obat-obat anti depresi yang terkadnag
diberikan kepada pasien untuk bisa mengurangi depresi maupun kecemasan yang
dideritanya.
3. Terapi Di Rumah
Tak hanya terapi bersama dengan psikiater maupun
psikolog, orang yang memiliki kepribadian narsistik juga perlu menerima
perawatan di rumah. Mulai dari bentuk gaya hidup yang sehat, dukungan dari
keluarga dan lainnya.
4.
Selalu
terbuka serta bersosialisasi dengan orang lainnya
5. Kurangi stress melalui meditas, yoga, ataupun
olahraga. Sehingga penting untuk mengetahui Ciri-Ciri Depresi
Ringan.
6. Cobalah untuk mengunjungi pusat
kesehatan jika dirasa anda mulai berpikir untuk menyakiti diri sendiri.
Sumber :
http://dosenpsikologi.com/kepribadian-narsistik

0 komentar:
Posting Komentar