Depedent personality (ketergantungan berlebihan terhadap orang
lain), adalah suatu kesalahan dimana dalam berhubungan dengan orang lain,
individu merasa kesejahteraan orang lain lebih penting dibanding kesejahteraan
dirinya sendiri. Pada dasarnya, mereka menjalani kehidupan mereka dari orang
lain dan untuk orang lain, kepada siapa mereka menawarkan kehangatan,
kelembutan, dan pertimbangan. Ketika orang yang mereka sayangi bahagia, orang
dengan kepribadian dependen akan merasa bahagia. Tidak mengherankan, mereka
cenderung berperan lebih pasif dalam hubungan mereka, menunda untuk berpendapat
dan mengungkapkan keinginan dari orang yang mereka cintai, mereka cenderung
mendahulukan kesenangan dan kepuasan orang lain terlebih dahulu baru bisa
menikmati kesenangan diri sendiri.
Di depan orang ini akan terlihat baik, hangat, dan
penuh kasih sayang, akan tetapi di belakang semua itu hanyalah untuk menjaga
hubungan mereka supaya tetap terjaga yang dilatarbelakangi oleh rasa tidak
berdaya dan takut melakukan apa-apa sendiri yang dialami oleh orang dengan
kepribadian dependen. Apabila mereka kehilangan sosok itu maka orang dengan
kepribadian dependen akan mencari sosok yang mampu dan kompeten untuk menjadi
pengantinya sebagai sosok yang dapat menyelesaikan masalah untuk dirirnya.
Dengan meletakkan hidup kepada orang lain, mereka takut hubungannya akan
terputus, sehingga mereka akan berusaha selalu memenuhi keinginan pasangannya.
Kriteria Atau Ciri-Ciri Orang Dengan Gangguan Kepribadian Dependen
Menurut DSM-IV TR,
kriteria atau ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian dependen adalah sbb :
1. Memiliki kesulitan membuat keputusan sehari-hari tanpa
diikuti saran dan jaminan dari orang lain.
2.
perlu orang lain
untuk bertanggung jawab atas sebagian besar wilayah utama dalam hidupnya.
3. memiliki kesulitan mengekspresikan ketidaksetujuan
dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan. Catatan:
Tidak termasuk ketakutan yang realistis.
4.
memiliki kesulitan
memulai proyek atau melakukan hal-hal sendiri (karena kurangnya kepercayaan
diri dalam penilaian atau kemampuan selain itu kurangnya motivasi atau energi).
5. bersusah payah untuk memperoleh dukungan dari orang
lain, menjadi relawan untuk melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan.
6.
merasa tidak nyaman
atau tidak berdaya ketika sendirian karena ketakutan berlebihan tidak mampu
untuk merawat dirinya sendiri.
7. mendesak mencari hubungan lain sebagai sumber kekuatan
dan dukungan ketika hubungan akan segera berakhir.
8.
tidak realistis
sibuk dengan kekhawatiran jika ditinggalkan untuk mengurus dirinya sendiri.
Pandangan Teori Psikologi Terhadap Gangguan Kepribadian Dependen
PSIKODINAMIK
Menurut teori psikoanalitik, gangguan ini timbul
karena adanya regresi atau fiksasi pada fase oral perkembangan psikoseksual.
Hal itu karena orang tua yang sangat melindungi (over protecting) atau orang
tua yang mengikuti apa yang dibutuhkan penderita di masa kecil, atau menuntut
perilaku dependen dari penderita sebagai imbalan dari pengasuhan. Dengan selalu
terpenuhinya kemauan pada waktu kecil, maka orang ini menjadi kebiasaan bahwa
dia harus selalu dipenuhi kemauannya. Akan tetapi orang ini menjadi tidak
mandiri, oleh karena itu orang ini akan mencari orang lain untuk menjadi tempat
bergantung.
PERSPEKTIF INTERPERSONAL
Orang tua memainkan peran yang dominan dalam menciptakan patologi
dependen, tapi keluarga lainnya dan pengalaman kelompok sebaya sering
berkontribusi juga. Jika satu anak jauh lebih dominan atau agresif, yang lain
mungkin terpaksa mengadopsi postur tunduk dan lari ke orang tua untuk
perlindungan. Atau, anak bermusuhan atau sulit dapat menginspirasi saudara lain
untuk menjadi "malaikat kecil" yang selalu mencari saran Mommy dan
selalu melakukan apa yang dia katakan, penghargaan perhatian dan pujian nya
dengan kehangatan dan kasih sayang. Perasaan ketergantungan dapat diperkuat
ketika anak-anak dengan ciri-ciri bergantung mulai sekolah dan harus memisahkan
untuk pertama kalinya dari orang tua yang sudah jauh seumur hidup mereka
pelindung. Perasaan tidak menarik dan tidak mampu bersaing, terutama selama
remaja, dapat mengakibatkan penghinaan sosial dan keraguan diri, menyebabkan
anak-anak untuk kembali pada figur attachment sebelumnya sebagai kompensasi.
THE COGNITIVE PERSPECTIVE
THE COGNITIVE PERSPECTIVE
Dalam Beck (1990), Fleming menyatakan sejumlah
distorsi kognitif yang membuat gangguan tetap bertahan. Ada dua yang sepertinya
penting: Pertama, individu dependen melihat dirinya sebagai “secara alamiah
tidak mampu dan tidak berdaya”; kedua, kekurangan-kekurangan yang mereka rasa
ada pada dirinya (self-perceived shortcomings) mengarahkan mereka untuk
menyimpulkan bahwa mereka harus mencari seseorang yang bisa mengatasi kesulitan
hidup dalam dunia yang berbahaya.
Hal
tersebut sebenarnya hanya merupakan pengulangan dari apa yang telah mereka
pelajari. Namun antara premis dan kesimpulan terdapat beberapa kesalahan logis
yang menyimpangkan kenyataan (Fleming, 1990) dan kemudian membatalkan semua
argumen. Yang paling penting dari hal tersebut adalah pemikiran dikotomus,
suatu gaya pemikiran yang membagi dunia menjadi kutub yang saling bertolak
belakang, tanpa terdapat daerah abu-abu di antara keduanya. Jika individu
dependen tidak diperhatikan, mereka melihat diri mereka sendiri sebagai
seseorang yang benar-benar sendirian di dunia ini. Dengan cara yang sama, jika
mereka sama sekali tidak yakin bagaimana melakukan sesuatu, tentunya masalah
tersebut pasti tidak dapat teratasi, paling tidak bagi mereka. Pemikiran
dikotomus tidak dapat dihindari mengarah pada distorsi ketiga: individu
dependen cenderung untuk menganggap sesuatu sebagai malapetaka.
Daftar pustaka :
https://www.kompasiana.com/aditiasugia/apa-itu-dependent-personality-disorder_56a466f62cb0bd6307b4834d
Millon, Theodore dkk. 2004, Personality
Disorders In Modern Life Second Edition. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken,
New Jersey.
Wiramihardja, S.A. 2005, Pengantar Psikologi
Abnormal. P.T Refika Aditama, Bandung.

1 komentar:
Kak... Belum lama ini kehilangan buku diary ya? Catatan untuk ngampus?? Kalau benar spam ke line idnya topixsayabundar
Posting Komentar