Winnie The Pooh

Sabtu, 25 November 2017

DEPENDENT PERSONALITY DISORDER

Depedent personality (ketergantungan berlebihan terhadap orang lain), adalah suatu kesalahan dimana dalam berhubungan dengan orang lain, individu merasa kesejahteraan orang lain lebih penting dibanding kesejahteraan dirinya sendiri. Pada dasarnya, mereka menjalani kehidupan mereka dari orang lain dan untuk orang lain, kepada siapa mereka menawarkan kehangatan, kelembutan, dan pertimbangan. Ketika orang yang mereka sayangi bahagia, orang dengan kepribadian dependen akan merasa bahagia. Tidak mengherankan, mereka cenderung berperan lebih pasif dalam hubungan mereka, menunda untuk berpendapat dan mengungkapkan keinginan dari orang yang mereka cintai, mereka cenderung mendahulukan kesenangan dan kepuasan orang lain terlebih dahulu baru bisa menikmati kesenangan diri sendiri.
Di depan orang ini akan terlihat baik, hangat, dan penuh kasih sayang, akan tetapi di belakang semua itu hanyalah untuk menjaga hubungan mereka supaya tetap terjaga yang dilatarbelakangi oleh rasa tidak berdaya dan takut melakukan apa-apa sendiri yang dialami oleh orang dengan kepribadian dependen. Apabila mereka kehilangan sosok itu maka orang dengan kepribadian dependen akan mencari sosok yang mampu dan kompeten untuk menjadi pengantinya sebagai sosok yang dapat menyelesaikan masalah untuk dirirnya. Dengan meletakkan hidup kepada orang lain, mereka takut hubungannya akan terputus, sehingga mereka akan berusaha selalu memenuhi keinginan pasangannya.

Kriteria Atau Ciri-Ciri Orang Dengan Gangguan Kepribadian Dependen
Menurut DSM-IV TR, kriteria atau ciri-ciri orang dengan gangguan kepribadian dependen adalah sbb :
1.     Memiliki kesulitan membuat keputusan sehari-hari tanpa diikuti saran dan jaminan dari orang lain.
2.    perlu orang lain untuk bertanggung jawab atas sebagian besar wilayah utama dalam hidupnya.
3.    memiliki kesulitan mengekspresikan ketidaksetujuan dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan. Catatan: Tidak termasuk ketakutan yang realistis.
4.    memiliki kesulitan memulai proyek atau melakukan hal-hal sendiri (karena kurangnya kepercayaan diri dalam penilaian atau kemampuan selain itu kurangnya motivasi atau energi).
5.    bersusah payah untuk memperoleh dukungan dari orang lain, menjadi relawan untuk melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan.
6.    merasa tidak nyaman atau tidak berdaya ketika sendirian karena ketakutan berlebihan tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri.
7.    mendesak mencari hubungan lain sebagai sumber kekuatan dan dukungan ketika hubungan akan segera berakhir.
8.    tidak realistis sibuk dengan kekhawatiran jika ditinggalkan untuk mengurus dirinya sendiri.

Pandangan Teori Psikologi Terhadap Gangguan Kepribadian Dependen
PSIKODINAMIK
Menurut teori psikoanalitik, gangguan ini timbul karena adanya regresi atau fiksasi pada fase oral perkembangan psikoseksual. Hal itu karena orang tua yang sangat melindungi (over protecting) atau orang tua yang mengikuti apa yang dibutuhkan penderita di masa kecil, atau menuntut perilaku dependen dari penderita sebagai imbalan dari pengasuhan. Dengan selalu terpenuhinya kemauan pada waktu kecil, maka orang ini menjadi kebiasaan bahwa dia harus selalu dipenuhi kemauannya. Akan tetapi orang ini menjadi tidak mandiri, oleh karena itu orang ini akan mencari orang lain untuk menjadi tempat bergantung.
PERSPEKTIF  INTERPERSONAL
Orang tua memainkan peran yang dominan dalam menciptakan patologi dependen, tapi keluarga lainnya dan pengalaman kelompok sebaya sering berkontribusi juga. Jika satu anak jauh lebih dominan atau agresif, yang lain mungkin terpaksa mengadopsi postur tunduk dan lari ke orang tua untuk perlindungan. Atau, anak bermusuhan atau sulit dapat menginspirasi saudara lain untuk menjadi "malaikat kecil" yang selalu mencari saran Mommy dan selalu melakukan apa yang dia katakan, penghargaan perhatian dan pujian nya dengan kehangatan dan kasih sayang. Perasaan ketergantungan dapat diperkuat ketika anak-anak dengan ciri-ciri bergantung mulai sekolah dan harus memisahkan untuk pertama kalinya dari orang tua yang sudah jauh seumur hidup mereka pelindung. Perasaan tidak menarik dan tidak mampu bersaing, terutama selama remaja, dapat mengakibatkan penghinaan sosial dan keraguan diri, menyebabkan anak-anak untuk kembali pada figur attachment sebelumnya sebagai kompensasi.
THE COGNITIVE PERSPECTIVE
Dalam Beck (1990), Fleming menyatakan sejumlah distorsi kognitif yang membuat gangguan tetap bertahan. Ada dua yang sepertinya penting: Pertama, individu dependen melihat dirinya sebagai “secara alamiah tidak mampu dan tidak berdaya”; kedua, kekurangan-kekurangan yang mereka rasa ada pada dirinya (self-perceived shortcomings) mengarahkan mereka untuk menyimpulkan bahwa mereka harus mencari seseorang yang bisa mengatasi kesulitan hidup dalam dunia yang berbahaya.
Hal tersebut sebenarnya hanya merupakan pengulangan dari apa yang telah mereka pelajari. Namun antara premis dan kesimpulan terdapat beberapa kesalahan logis yang menyimpangkan kenyataan (Fleming, 1990) dan kemudian membatalkan semua argumen. Yang paling penting dari hal tersebut adalah pemikiran dikotomus, suatu gaya pemikiran yang membagi dunia menjadi kutub yang saling bertolak belakang, tanpa terdapat daerah abu-abu di antara keduanya. Jika individu dependen tidak diperhatikan, mereka melihat diri mereka sendiri sebagai seseorang yang benar-benar sendirian di dunia ini. Dengan cara yang sama, jika mereka sama sekali tidak yakin bagaimana melakukan sesuatu, tentunya masalah tersebut pasti tidak dapat teratasi, paling tidak bagi mereka. Pemikiran dikotomus tidak dapat dihindari mengarah pada distorsi ketiga: individu dependen cenderung untuk menganggap sesuatu sebagai malapetaka.
 


Daftar pustaka :
https://www.kompasiana.com/aditiasugia/apa-itu-dependent-personality-disorder_56a466f62cb0bd6307b4834d
Millon, Theodore dkk. 2004, Personality Disorders In Modern Life Second Edition. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.
Wiramihardja, S.A. 2005, Pengantar Psikologi Abnormal. P.T Refika Aditama, Bandung.

1 komentar:

Owner mengatakan...

Kak... Belum lama ini kehilangan buku diary ya? Catatan untuk ngampus?? Kalau benar spam ke line idnya topixsayabundar

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 Welcome To My Blog ♥ | Design : Noyod.Com